Search :
Selamat Datang di website Kansar Kupang



Cuaca


Suhu Min : °
Suhu Max : °
Kelembapan Min : %
Kelembapan Max : %

Stay Connected

Visitor Counter
Hari Ini
: 3
Kemarin
: 8
Minggu Ini
: 18
Minggu Lalu
: 2767
Bulan Ini
: 106
Bulan Lalu
: 198
Total
: 2785

Basarnas Gelar FKSD & Pameran SAR di Kupang

KUPANG – Selain didukung kompetensi yang handal dan sarana prasarana yang memadai, berhasilnya operasi Search And Rescue (SAR) tidak lepas dari dukungan institusi dan organisasi lain berpotensi SAR serta peran masyarakat luas. Badan SAR Nasional (Basarnas) selaku instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang SAR tidak bisa bekerja sendiri. Basarnas butuh kerjasama, sinergi, dan koordinasi secara komprehensif dengan potensi SAR yang ada, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Dalam rangka mewujudkan kerjasama yang terintegrasi dalam penanganan musibah pelayaran, penerbangan maupun musibah/bencana lainnya tersebut, Basarnas menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum SAR Daerah (FKSD). {RAEDMORE}

Setelah di beberapa daerah terbentuk, kegiatan FKSD yang diprakarsai Direktorat Pendidikan dan Latihan  & Pemasyarakatan SAR Basarnas kali ini berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh instansi pemerintahan daerah, ormas, LSM dan civitas akademika se-NTT tersebut berlangsung di Hotel T-More Jl Piet A Tello (Bundaran Undana), Kupang, Senin – Rabu (19-21/09/2011).  Adapun pertimbangan dipilihnya NTT sebagai lokasi FKSD karena secara geografis dan geologis wilayah NTT termasuk wilayah yang rawan bencana. Forum ini juga untuk menghidupkan kembali fórum yang pernah digiatkan pada tahun 1988 silam.   

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Daryatmo SIP dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Deputi Bidang Potensi Marsekal Muda TNI Sukarto mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk melaksanakan fungsi koordinasi antara Basarnas, Kantor SAR Kupang selaku Unit Pelaksana Tugas (UPT) Basarnas di daerah dengan seluruh instansi pemerintah maupun organisasi berpotensi SAR yang ada di NTT.

“Koordinasi ini sangat diperlukan, mengingat SAR adalah tugas kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dijelaskan, intensitas pelayaran dan penerbangan serta moda transportasi lainnya di NTT mengalami peningkatan cukup signifikan. Implikasinya, kecelakaan dan musibah juga mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, NTT yang masuk alur ‘Ring of Fire’ serta kondisi geologis Indonesia yang menjadi pertemuan tiga lempeng aktif, Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia menjadi faktor utama terjadinya bencana. Meletusnya gunung berapi, gempa bumi hingga bahaya tsunami. 

“Melihat kenyataan ini, seluruh komponen masyarakat di NTT harus bersatu padu meningkatkan kesiapsiagaan dalam bidang SAR secara terintegrasi dan terpadu. Dengan adanya FKSD ini, kami berharap ada harmonisasi kegiatan SAR dalam satu wadah, baik berupa kegiatan pembinaan, pengembangan, pemeliharaan kemampuan SAR serta koordinasi operasi SAR saat terjadi bencana maupun musibah di Nusa Tenggara Timur,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Ande Jehalu menyambut baik rapat FKSD dengan tema “Dengan Semangat Persaudaraan Kita Tingkatkan Kebersamaan Dalam Mengantisipasi Musibah dan Bencana di Daerah Nusa Tenggara Timur” tersebut.

“Pertemuan ini memiliki nilai strategis, dimana kata kuncinya adalah koordinasi dan sinkronisasi sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan bersama, yakni demi keselamatan rakyat,” tegasnya.

Gubernur juga menitipkan 4 hal yang perlui dibahas dalam rapat FKSD tersebut. Yang pertama, meningkatkan koordinasi dan sosialisasi secara terus menerus dan berkelanjutan kepada masyarakat terutama di lokasi-lokasi kantong rawan bencana. Yang kedua, perlu dilakukan mapping daerah rawan bencana sehingga digunakan sebagai data bagi semua pemangku kepentingan. Ketiga, pembenahan dan penyesuaian keanggotaan FKSD karena adanya perubahan nomenklatur, tugas dan fungsi beberapa SKPD sebagai akibat perubahan regulasi. Dan keempat, peningkatan kapabilitas SDM tenaga SAR daerah melalui pelatihan-pelatihan teknis SAR.

Pada kesempatan dan tempat yang sama, Basarnas juga menggelar pameran peralatan SAR seperti Rescue Truck dengan segala peralatan ekstrikasinya, Larkin Rescue Frame, dan Life Locator. Tidak hanya itu, Basarnas juga memasyarakatkan SAR melalui program “SAR Goes To School” yang pencanangannya di Bali bersamaan dengan kegiatan INSARAG Asia-Pacific Meeting pada bulan Juni 2011 dimana Indonesia (Basarnas) bertindak selaku ketua sekaligus tuan rumah pada event bertaraf internasional tersebut. Pada tahap awal ini, Basarnas akan mendistribusikan buku-buku SAR kepada anak-anak usia dini, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).  

“Selain memantik kesadaran masyarakat, buku ini juga memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak usia dini sehingga akan meminimalisir korban jika musibah, kecelakaan atau bencana itu benar-benar terjadi,” pungkas Direktur Diklat & Pemasyarakatan SAR Brigjen TNI Sumartono, SE didampingi Kepala Kantor SAR Kupang, F Hernanto da Gomez, SE. (ab/humas)

 

 

Related :